Filed under: Weblogs
Ditinggalkan orang yang kita sayangi memang
menyisakan duka di hati kita. Bagaimana tidak, Rasullullah junjungan kita,
Muhammad SAW pernah sangat bersedih atas meninggalnya Ibrahim, anak beliau.
Ketika Rasulullah berkata :
"Oh Ibrahim, kalau bukan
karena soal kenyataan, dan janji yang tak dapat dibantah lagi, dan bahwa
kami yang kemudian akan menyusul orang yang sudah lebih
dahulu daripada kami, tentu akan lebih lagi kesedihan kami dari ini."
Dan setelah diam sejenak, katanya lagi: "Mata
boleh bercucuran, hati dapat merasa duka, tapi kami hanya berkata apa
yang menjadi perkenan Tuhan, dan bahwa kami, O Ibrahim,
sungguh sedih terhadapmu."
Muslimin yang melihat Muhammad SAW begitu
duka, beberapa orang terkemuka hendak mengurangi hal itu
dengan mengingatkannya akan larangannya berbuat demikian. Tapi ia
menjawab: "Aku tidak melarang orang berduka
cita, tapi yang kularang menangis dengan suara keras.
Apa yang kamu lihat dalam diriku sekarang,
ialah pengaruh cinta dan kasih didalam hati. Orang yang tiada
menunjukkan kasih sayangnya, orang lain pun tiada
akan menunjukkan kasih sayang kepadanya."
Karena sekali lagi Kematian adalah sudah Allah
tentukan. Sebagaimana firman Allah : Al Jumu’ah:8. "Katakanlah:
"Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya
kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah),
yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang
telah kamu kerjakan."
dan dalam surat Al Waqiah:60. "Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami
sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan".
