Otentisitas dan Otoritas Al-Qur’an
Saturday June 25th 2005, 12:27 am
Filed under: Religion, Science, Weblogs

QuranMenurut keimanan umat Islam, al-Qur’an adalah kitab suci (sakral) karena ia merupakan wahyu Allah yang tidak mengandung keraguan (Qs. al-Baqarah [2]: 2) dan kebatilan (Qs. Fushshilat [41]: 42).

Namun, sakralitas al-Qur’an tersebut terus-menerus digerogoti oleh kaum orientalis dan para pengikutnya, seperti kaum liberal. Mereka berusaha keras menghancurkan sakralitas al-Qur’an dengan berbagai cara. Di antaranya dengan cara menggugat otentisitas dan otoritas al-Qur’an. Gugatan otentisitas al-Qur’an pada gilirannya jelas akan mengguncang otoritas (kehujjahan) al-Qur’an, atau mengancam kedudukan al-Qur’an sebagai hujjah atau dalil syariat pertama bagi segala ajaran Islam.

Jika otoritas al-Qur’an ini sudah bisa dihancurkan, kaum orientalis tentu berharap akan dapat pula meruntuhkan seluruh sumber ajaran Islam lainnya seperti as-Sunnah, Ijma Sahabat, dan Qiyas. Itulah tujuan akhir mereka yang sangat keji.

Selanjutnya …



Menjawab Tuduhan Dan Keraguan Seputar Khilafah Islamiyah
Saturday June 11th 2005, 10:32 pm
Filed under: Religion, Science, Weblogs

Map_3Setelah Khilafah Islamiyah hancur di Turki tahun 1924, umat Islam dicengkeram dan didominasi oleh peradaban Barat yang kafir, khususnya sistem demokrasi yang lahir dari paham sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan).

Karena itu, tidak heran kalau cara pandang dan cara berpikir mereka dipengaruhi oleh nilai-nilai peradaban Barat yang berpangkal pada sekularisme itu.

Ide-ide Barat seperti sekularisme, demokrasi, dan pluralisme diterima lebih dulu sebagai kebenaran absolut secara taken for granted, lalu dijadikan standar untuk menilai dan menghakimi ajaran Islam. Jika suatu ajaran Islam cocok dengan nilai-nilai peradaban Barat, bolehlah diamalkan.

Tapi kalau tidak cocok, ajaran Islam itu wajib diubah, diadaptasikan, dimodifikasi, dan bahkan dihancurkan agar sesuai dengan nilai-nilai peradaban Barat (William Montgomery Watt, Fundamentalisme Islam dan Modernitas, 1997:147-256).

Selanjutnya